Koma.id– Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus menolak rencana pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto. Gus Mus keberatan lantaran selama masa pemerintahan Soeharto, banyak ulama pesantren dan kader NU diperlakukan tidak adil.
“Saya paling tidak setuju kalau Soeharto dijadikan Pahlawan Nasional,” ujar Gus Mus melansir NU Online.
Gus Mus menegaskan, sejumlah kiai besar semasa rezim Orde Baru mengalami tekanan politik, mulai dari diharuskan masuk Golkar hingga penolakan terhadap pembangunan fasilitas NU.
Ia mencontohkan adiknya, Kiai Adib Bisri, yang keluar dari PNS karena dipaksa bergabung dengan Golkar, dan Kiai Sahal Mahfudh yang diminta menjadi penasehat Golkar Jawa Tengah tetapi menolak.
Gus Mus menambahkan, banyak ulama dan pejuang bangsa memiliki jasa besar, namun keluarganya memilih tidak mengajukan gelar pahlawan demi menjaga keikhlasan amal almarhum.
“Banyak kiai yang dulu berjuang, tapi keluarganya tidak ingin mengajukan gelar pahlawan. Alasannya supaya amal kebaikannya tidak berkurang di mata Allah. Kalau istilahnya, menghindari riya’,” jelas Rais Aam PBNU 2014-2015 itu.







