Koma.id– Sebuah pernyataan kontroversial mencuat dari seorang pendukung Joko Widodo (Jokowi) yang mengancam akan mengerahkan 500 perempuan untuk melakukan demonstrasi di Markas Besar Kepolisian RI (Mabes Polri) hanya dengan mengenakan BH dan celana dalam. Aksi itu disebut sebagai bentuk protes atas kekecewaan karena aparat dinilai tidak tegas menindak perundungan terhadap Jokowi di media sosial.
Pernyataan tersebut langsung viral dan memicu gelombang kritik. Politikus PDIP, Mohamad Guntur Romli, menilai rencana aksi itu bukan hanya tidak cerdas, tetapi juga melecehkan martabat perempuan.
Sementara itu, pakar telematika Roy Suryo turut menyoroti rencana demonstrasi tersebut. Menurutnya, desakan relawan agar polisi segera bertindak justru bisa dikategorikan sebagai penghasutan melakukan pornografi dan pornoaksi.








