Koma.id – Menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI) asal Sumenep, Ach Mustaqim, mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
“Saya mengucapkan selamat HUT ke-80 Republik Indonesia. Kemerdekaan ini adalah anugerah Allah SWT dan hasil perjuangan para pahlawan,” ujarnya, Jumat (15/8).
Menurutnya, sebagai generasi penerus, tugas kita adalah menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif yang bermanfaat bagi umat, bangsa, dan negara.
Mustaqim juga menegaskan, bahwa rasa cinta tanah air adalah bagian dari iman, dan perbedaan suku, agama, maupun pandangan politik tidak boleh menjadi alasan untuk saling memecah belah.
“Mari kita rawat persaudaraan dan kebersamaan. Hindari sikap saling membenci hanya karena perbedaan. Persatuan dan kesatuan adalah kekuatan terbesar bangsa ini,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat menolak segala bentuk paham radikal dan intoleran yang dapat mengancam keutuhan NKRI.
“Paham radikal yang mengarah pada kekerasan dan intoleransi tidak sejalan dengan ajaran agama maupun nilai-nilai Pancasila. Kita harus bersatu menolaknya, demi masa depan bangsa yang damai, aman, dan sejahtera,” tambahnya.
Selebihnya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat memaknai kemerdekaan dengan bekerja keras, saling menghormati, dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
“NKRI harga mati. Mari bersama-sama kita jaga dan kita bangun negeri ini demi generasi yang akan datang,” tambahnya.













