Koma.id | Jakarta – Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti ruang Pagelaran Budaya Nusantara, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Minggu (10/08), saat Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Provinsi DKI Jakarta menggelar perayaan Hari Anak Nasional ke-41. Bertajuk “Anak Hebat, Indonesia Kuat. Menuju Indonesia Emas 2045, Aku Agen Perubahan”, acara ini menjadi ruang aman dan inspiratif bagi anak-anak untuk berekspresi, belajar, dan mengenali potensi mereka sebagai agen perubahan.
Setidaknya 80 anak berusia 8–15 tahun, bersama orang tua, aktivis, mitra, dan media, turut meramaikan kegiatan edukatif dan rekreatif yang dikemas dengan nuansa budaya, literasi, dan perlindungan anak. Ketua Komnas PA DKI Jakarta, Cornelia Agatha, menegaskan pentingnya peran anak sebagai subjek pembangunan. “Kami ingin anak-anak menyadari potensi mereka, bukan hanya sebagai penerima perlindungan, tetapi sebagai subjek yang mampu membentuk masa depan bangsa,” ujarnya.
Prakiraan Cuaca Sulawesi Selatan 3 Juli 2026: BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Angin Kencang
Acara dibuka dengan penampilan tari daerah dan lagu tema nasional, dilanjutkan dengan sulap interaktif, permainan edukatif, wisata literasi, serta pojok konsultasi bersama psikolog dan edukator parenting. Semua dirancang untuk membangun kepercayaan diri dan kesadaran anak terhadap lingkungan sosial yang sehat dan suportif.
Salah satu momen istimewa dalam perayaan ini adalah pemberian kartu anggota Perpustakaan Nasional kepada seluruh anak peserta. Secara simbolis, pihak Perpusnas dan pengurus Komnas PA menyerahkan kartu anggota kepada dua anak perwakilan yakni Nirwasita Aleesha Pratomo, warga Rawamangun, Jakarta Timur, dan Sadewa Sampurno Hadi, warga Bekasi, Jawa Barat. Simbolisasi ini menjadi penegasan bahwa akses terhadap ilmu pengetahuan adalah hak setiap anak, dan literasi adalah pondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Pemilihan Perpustakaan Nasional sebagai lokasi acara bukan sekadar soal fasilitas, tetapi juga sebagai simbol komitmen terhadap literasi inklusif dan akses informasi yang bermartabat. Literasi dipahami bukan hanya sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga sebagai kekuatan untuk berpikir kritis, membangun empati, dan menjadi pribadi yang tangguh.
BACA JUGA : Gladi Resik Malam Ini Komnas Anak DKI Jakarta Siap Gelar Hari Anak Nasional ke-41 di Perpustakaan Nasional
Di balik keceriaan acara, terselip pesan serius yakni lebih dari 28 ribu kasus kekerasan terhadap anak tercatat sepanjang 2024, mayoritas berupa kekerasan seksual dan bullying. Fakta ini mendorong perlunya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga untuk menciptakan ruang aman bagi anak-anak Indonesia.
Melalui kegiatan ini, Komnas PA DKI Jakarta ingin menegaskan bahwa perlindungan anak bukan sekadar kewajiban moral, tetapi pondasi penting bagi kemajuan bangsa. Anak-anak yang cerdas, sehat secara mental dan fisik, serta penuh empati akan tumbuh menjadi generasi pembawa perubahan dan kesejahteraan Indonesia.







