Koma.id– Langkah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang memutuskan untuk mengirim siswa dengan tingkat kenakalan akut ke barak militer TNI sebagai bentuk pembinaan menuai reaksi beragam.
Musisi legendaris Iwan Fals pun ikut angkat suara. Lewat cuitannya di media sosial, ia menyentil balik wacana tersebut. “Kalau siswa nakal dikirim ke barak, lalu tentara nakal dikirim ke mana?” tulis Iwan Fals. Pertanyaan itu pun memantik respons jenaka sekaligus kritis dari warganet.
Ketua Komnas HAM, Atnike Nova Sigiro, menyebut wacana pengiriman siswa ke barak TNI tidak tepat secara hukum maupun prinsip pendidikan. Ia menegaskan, TNI tidak punya mandat untuk melakukan pendidikan kewarganegaraan terhadap pelajar.
Sedangkan pengamat sekaligus Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim mempertanyakan kejelasan konsep dan arah kebijakan yang dianggap prematur tersebut.
Sementara dari lembaga hak asasi manusia, Direktur Imparsial, Ardi Manto Adiputra, menyebut wacana tersebut sebagai bentuk nyata militerisasi ranah sipil yang tidak hanya menyalahi fungsi TNI, tetapi juga bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Hak Asasi Manusia (HAM).
Menurut Ardi, Gubernur Dedi seharusnya menyadari pentingnya menjaga batas tegas antara urusan sipil dan militer dalam sistem demokrasi.







