Koma.id, Jakarta – Sempat tak mempermasalahkan organisasi masyarakat (ormas) meminta tunjangan hari raya (THR) karena menilai hal itu adalah budaya, Wakil Menteri Agama Romo HR Muhammad Syafii kemudian memberikan klarifikasinya, Rabu (26/3/2025).
Pernyataan Wamenag soal ormas meminta THR ramai diperbincangkan warganet di media sosial. Romo HR Muhammad Syafii justru tegas menolak dan mengecam aksi paksa meminta Tunjangan Hari Raya (THR) yang dilakukan pihak manapun dengan gaya premanisme.
Eks Kompolnas Apresiasi Visi Polisi Bersama Masyarakat, Pengingat Penting bagi Personel Polri
Romo Syafii menilai aksi semacam ini sangat tidak baik. Sebab agama mengajarkan tangan di atas jauh lebih baik dari tangan di bawah.
Peristiwa 14 Oktober: Kelahiran Jenderal Hoegeng, KS Tubun, hingga Pelantikan Hosni Mubarak
Artinya memberi lebih mulia daripada meminta, apalagi dengan cara memaksa.
Sementara menurut Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bidang Kepatuhan dan Etika bisnis, Haryara Tambunan, tindakan Ormas ini sendiri sangat berpotensi untuk mempengaruhi iklim investasi di Indonesia.














