Koma.id – Rumah Sakit (RS) Polri Kramatjati resmi menghentikan proses identifikasi korban kebakaran Glodok Plaza pada Rabu (5/3).
“Operasi DVI (Disaster Victim Identification) kami nyatakan ditutup,” ujar Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Brigadir Jenderal Polisi Nyoman Eddy, di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur.
Nyoman menjelaskan, keputusan penghentian proses identifikasi ini didasarkan pada beberapa pertimbangan. Pertama, proses pencarian barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP) telah dihentikan.
“Hingga saat ini, tidak ada lagi pengiriman barang bukti maupun body part dari TKP ke pos DVI,” tegasnya.
Kedua, tidak ada tambahan data antemortem dari pihak keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya. Ketiga, seluruh bagian tubuh atau body part dan properti korban yang ditemukan telah diperiksa, baik secara medis maupun melalui uji laboratorium.
Keempat, meskipun operasi DVI dinyatakan selesai, tim DVI RS Polri tetap menerima dan memproses barang bukti baru apabila di kemudian hari ditemukan body part atau properti milik korban yang dilaporkan hilang di TKP.
Sebelum menghentikan proses identifikasi, tim DVI RS Polri telah menerima laporan 14 orang hilang dan menerima 16 kantong jenazah.
“Body part dari enam kantong jenazah tidak didapat profil DNA (Deoxyribonucleic Acid). Kami ketahui bahwa kondisinya sangat rusak karena jenazah sudah hangus terbakar,” kata Nyoman.
“Sehingga kami juga berusaha keras untuk pemeriksaan DNA, tetapi tetap tidak bisa kita dapatkan,” tambah dia.
Sejauh ini, RS Polri baru berhasil mengidentifikasi enam korban yang seluruhnya telah dikembalikan ke keluarga. Mereka adalah Desti Eka Putri Suwarno, Keren Shallom Jeremiah, Ade Aryati, Zukhi Fitria Rahdja, Aulia Belinda Kurapak, dan Oshima Yukari.
Menurut hasil analisis dan evaluasi (Anev) RS Polri, terdapat delapan individu yang belum ditemukan berdasarkan laporan orang hilang.
“Kalau kami kelompokkan, jadi dua. Enam individu perempuan dan dua individu laki-laki,” kata Nyoman. Di sisi lain, RS Polri menemukan dua profil DNA laki-laki yang tidak cocok dengan profil DNA dari seluruh individu yang dilaporkan hilang.
“Berarti kami simpulkan bahwa terdapat korban kebakaran Glodok Plaza yang tidak dilaporkan atau belum dilaporkan sampai saat ini,” pungkas dia.
Untuk diketahui, kebakaran besar terjadi di Glodok Plaza pada Rabu (15/1) pukul 21.30 WIB. Api diduga pertama kali muncul dari sebuah diskotek di lantai 7 gedung tersebut sebelum akhirnya merambat ke lantai 6, 8, dan 9.









