Koma.id – Medan – Tim Observatorium Ilmu Falak (OIF) UMSU memprediksi hilal akan sulit terlihat di Kota Medan menjelang bulan suci Ramadan. Berdasarkan data astronomis, ketinggian hilal sekitar empat derajat dengan sudut elongasi lima derajat. Meski ketinggian hilal sudah di atas ufuk, cuaca berawan diperkirakan akan menjadi penghalang bagi pengamatan hilal.
Kepala OIF UMSU, Arwin Juli Rakhmadi, menyebutkan bahwa meski dengan kasat mata dan menggunakan teleskop, hilal diprediksi sulit terlihat di Kota Medan. Namun, tim OIF UMSU tetap menyiapkan teleskop canggih untuk pemantauan hilal sore nanti.
Bundaran HI Rawan Jambret WNA
“Cuaca belakangan hari ini, terutama di lokasi kita akan melakukan pengamatan, nampaknya berawan seperti hari-hari sebelumnya. Saat ini kita lihat langit cukup berawan dan ini menjadi penghalang untuk terlihatnya hilal. Ini juga menjadi tantangan bagi pengamat hilal,” ujar Arwin di lokasi.
Untuk pemantauan hilal tahun 2025 ini, OIF UMSU menyiapkan tiga teleskop canggih, yaitu Bresser AR152, Bresser AR152S, dan William Optic FPL53. Sebanyak tujuh orang peneliti dari OIF UMSU juga sudah disiapkan untuk melakukan pemantauan hilal.
Muhammadiyah sendiri, dengan metode hisab hakiki wujudul hilal, yaitu perhitungan astronomi tanpa memerlukan pengamatan langsung, sudah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1446 Hijriah jatuh pada 1 Maret 2025.
“Penting dicatat bahwa bagi Muhammadiyah sudah pasti, awal Ramadannya itu adalah 1 Maret berdasarkan kriteria wujudulhilal,” tambah Arwin.
Dengan segala persiapan yang dilakukan, tim OIF UMSU berharap pemantauan hilal dapat berjalan lancar meski menghadapi tantangan cuaca yang tidak bersahabat.








