Koma.id – Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute, Achmad Nur Hidayat menilai pernyataan keras Bupati Meranti M. Adil yang mengkritik Kementerian Keuangan sebagai sara iblis dan setan.
“Bisa jadi suara M Adil ini mewakili suara kepala daerah kepala daerah lainnya yang takut untuk bersuara terhadap pusat. Sementara kondisi masyarakat nya juga miskin.” kata Achmad pada Senin (12/12/2022).
Brigjen Pol Sumy Hastry Terpilih Jadi Member Board AFSN dan Forensic Ambassador 2026–2028
Achmad menegaskan bahwa pemerintah cenderung ambisius dengan proyek-proyek besar sehingga mengabaikan persoalan-persoalan di daerah.
Dasco Tegaskan DPR Tak Intervensi Kasus Penyadapan, Tapi Komisi III Wajib Kawal Proses Hukumnya
“Mungkin mereka melihat betapa pemerintah pusat sibuk dengan proyek- proyek ambisius mercusuar,seperti Kereta Cepat Jakarta Bandung dan Proyek Pemindahan Ibukota Baru IKN,” kata dia.
“Sementara masyarakat yang mereka pimpin yang mereka temui setiap hari untuk makan saja mereka sulit,” tambah dia.
Sebelumnya, M Adil bersuara keras tersebut, pasalnya, produksi minyak di wilayahnya meningkat, namun DBH yang diterima justru mengalami penurunan. Sebagai kepala daerah yang diangkat oleh rakyat maka dia ingin mempertanyakan manfaat dari minyak Meranti kepada kesejahteraan masyarakatnya.
Tak hanya menyebut Kemenkeu dengan kata-kata kasar, Bupati Meranti juga mengancam akan mengangkat senjata dan bergabung dengan Malaysia.














