Koma.id– Kepolisian mengeluarkan imbauan kepada elemen buruh dan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyusupan pihak tertentu yang berupaya memicu tindakan anarkis dalam aksi peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day.
Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Hendra Rochmawan, menyampaikan bahwa dalam kerumunan besar, potensi masuknya pihak luar yang tidak berkepentingan cukup tinggi. Oleh karena itu, pengawasan di berbagai titik strategis telah diperketat untuk mendeteksi pergerakan mencurigakan sejak dini.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara koordinator lapangan (korlap) aksi dengan aparat keamanan guna memastikan massa tetap steril dari provokator.
“Kami mengimbau para pimpinan serikat buruh agar lebih jeli memantau barisan masing-masing. Segera lapor kepada petugas jika ditemukan individu yang mencoba memancing keributan. Kita harus menjaga situasi agar tetap kondusif dan menghindari potensi gesekan di mana Polisi dan TNI dibenturkan dengan buruh serta masyarakat,” ujar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, Minggu (26/4/2026).
Polda Jabar juga menyiapkan skema rekayasa lalu lintas situasional di pusat-pusat kota saat perayaan May Day nanti. Kebijakan ini bertujuan agar kegiatan penyampaian pendapat oleh buruh dapat berjalan seiring dengan aktivitas masyarakat tanpa menimbulkan gangguan signifikan terhadap mobilitas.
Polri juga menegaskan akan mengedepankan pendekatan humanis dalam pengamanan aksi, namun tetap siap mengambil tindakan tegas apabila terjadi pelanggaran hukum, termasuk perusakan fasilitas publik.
“Tindakan tegas akan diambil terhadap pelaku pelanggaran hukum. Kami berharap May Day tahun ini menjadi momentum yang damai dan bermartabat. Dengan kewaspadaan bersama, kita jaga stabilitas keamanan di wilayah Jawa Barat tetap kondusif,” pungkasnya.







