Koma.id | Jakarta – Arus balik Lebaran 2026 di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Semarang, mulai menunjukkan penurunan volume kendaraan sejak Minggu petang (29/03). Kondisi lalu lintas terpantau ramai lancar, menandakan puncak arus balik telah terlewati.
Di lapangan menunjukkan kendaraan menuju arah Jakarta masih didominasi pelat nomor Jawa Barat dan DKI Jakarta, namun jumlahnya tidak sepadat hari-hari sebelumnya. Berdasarkan data pos terpadu GT Kalikangkung, jumlah kendaraan yang melintas ke arah Jakarta berkisar 1.000–1.300 unit per jam, dengan total 10.234 kendaraan tercatat keluar.
Untuk mendukung kelancaran, pengelola tol membuka tujuh gardu utama dan empat gardu satelit arah Jakarta, sementara arah sebaliknya tersedia empat gardu utama dan sembilan gardu satelit.
Menariknya, truk sumbu tiga kini kembali diperbolehkan melintas di ruas tol tersebut. Sebelumnya, kendaraan angkutan barang dengan sumbu tiga atau lebih dilarang beroperasi sejak 13 Maret hingga 29 Maret 2026 sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) Pengaturan Lalu Lintas Angkutan Lebaran. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sebelumnya mengingatkan pengusaha angkutan barang untuk mematuhi pembatasan demi menjaga kelancaran arus mudik dan balik.
“Langkah ini penting untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan seluruh pengguna jalan,” ujar Dudy melalui siaran pers.
Dalam dua hari terakhir, arus balik di GT Kalikangkung menunjukkan tren menurun. Puncak kepadatan biasanya terjadi pada sore hingga malam hari, dengan volume mencapai 1.500 kendaraan per jam. Namun, pada Minggu sore hingga petang, lalu lintas terpantau lancar tanpa kepadatan berarti.
Kondisi ini menjadi indikasi bahwa puncak arus balik Lebaran 2026 mulai terlewati. Dengan truk sumbu tiga kembali diizinkan melintas, perjalanan pemudik menuju Jakarta dan sekitarnya diharapkan semakin nyaman dan terkendali.








