Koma.id– Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS, Jane Rosalina, meminta penyidik kepolisian dan Pusat Polisi Militer memanggil sejumlah pejabat tinggi, termasuk Kepala Badan Intelijen Strategis TNI, Panglima TNI, hingga Menteri Pertahanan. Hal ini guna mengusut tuntas kasus penyerangan terhadap pegiat HAM Andrie Yunus yang dilakukan oleh 4 prajurit TNI.
“Untuk memastikan siapa saja yang turut bagian dalam penyertaan, serta perbantuan penyerangan terhadap Andrie,” kata Jane dikutip.
Jane juga menekankan perlunya transparansi informasi di tengah perbedaan data antara kepolisian dan TNI.
“Kami juga meminta keamanan para pelaku lapangan dipastikan aman dari kemungkinan ancaman pihak-pihak yang berniat melakukan upaya merusak dan menghalangi penyidikan,” ujar Jane.
Sementara itu, Polda Metro Jaya telah mengungkap dua inisial pelaku, yakni BHC dan MAK, dengan dugaan jumlah pelaku lebih dari empat orang. Di sisi lain, Pusat Polisi Militer TNI menyatakan telah mengamankan empat prajurit berinisial NDP, SL, BWH, dan ES untuk proses penyidikan.
Perbedaan informasi ini mendorong KontraS bersama koalisi masyarakat sipil meminta verifikasi oleh lembaga independen seperti Komnas HAM serta pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).







