Koma.id | Jakarta – Di bawah temaram lampu kristal Ballroom Aston Priority Simatupang, Rabu (11/03) malam, sebuah momen syahdu tersaji dalam gelaran Annual Awards Gala Recognizing Global Excellence. Di tengah kekhusyukan bulan suci Ramadhan, sosok Veronicha Sri Hastuti melangkah anggun menuju panggung penghargaan, membawa serta kebanggaan akar budayanya ke mata dunia.
Malam itu, Veronicha menjadi pusat perhatian bukan hanya karena prestasinya, melainkan karena pilihannya untuk tetap membumi. Mengenakan kebaya khas Indonesia yang elegan, perempuan kelahiran Magelang ini membuktikan bahwa modernitas bisnis dan kaku-nya dunia investasi global tak harus melunturkan jati diri. Kebaya tersebut seolah menjadi simbol filosofi hidupnya: santun dalam tutur, namun tangguh dalam prinsip.
Sebagai seorang Director, Founder, sekaligus Business Investor, Veronicha melihat busana nasional sebagai pernyataan identitas yang kuat. “Sebagai putri daerah asal Magelang, saya ingin membawa semangat Indonesia ke mana pun saya melangkah,” tuturnya dengan senyum tulus yang hangat.
Di sela-sela kebahagiaannya menerima penghargaan Global Excellence, ia tak lupa memohon restu untuk keberlanjutan visinya. “Penghargaan ini adalah bukti bahwa kita bisa bersaing tanpa melupakan asal-usul. Mohon doanya agar PT Satria Samudra Buana bisa terus berkembang dan memberi manfaat lebih luas,” tambahnya.
Rissalwan Dukung Usia Pensiun Polri 60 Tahun, Dinilai Manfaatkan Kematangan Pemikiran Perwira
Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas ketajaman visi Veronicha dalam membangun ekosistem usaha. Kepiawaiannya mengelola investasi menjadikannya salah satu tokoh perempuan yang patut diperhitungkan tahun ini. Namun, di balik angka dan strategi bisnis, malam itu ia lebih banyak menampilkan sisi humanisnya melalui silaturahmi yang akrab dengan para tamu undangan.
Acara yang berlangsung di bulan penuh berkah ini pun terasa lebih dari sekadar seremoni formal. Kehadiran Veronicha dengan kebayanya memberikan warna tersendiri—sebuah pengingat bahwa profesionalisme tinggi dan kecintaan pada tanah kelahiran bisa berjalan beriringan dengan sangat indah.

Saat malam penganugerahan ditutup dengan bincang santai, Veronicha tampak bersyukur di tengah heningnya malam Ramadhan Jakarta. Penghargaan ini bukan sekadar trofi di lemari pajangan, melainkan tonggak sejarah baru sekaligus kado indah bagi tanah kelahirannya, Magelang.








