Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaDaerahRagam

Drainase Makassar Dievaluasi, Pemerintah Siapkan Mitigasi Jangka Panjang

Views
×

Drainase Makassar Dievaluasi, Pemerintah Siapkan Mitigasi Jangka Panjang

Sebarkan artikel ini
Drainase Makassar Dievaluasi, Pemerintah Siapkan Mitigasi Jangka Panjang

Koma.id | Makassar – Cuaca ekstrem yang mengguyur Kota Makassar dalam beberapa hari terakhir memicu banjir di sejumlah titik, memaksa ratusan warga meninggalkan rumah mereka.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar mencatat sebanyak 545 jiwa dari 169 kepala keluarga (KK) kini mengungsi di enam lokasi yang tersebar di Kecamatan Manggala dan Biringkanaya.

Silakan gulirkan ke bawah

Kepala BPBD Makassar, Fadli Tahar, menegaskan tim reaksi cepat (TRC) telah dikerahkan untuk mengevakuasi warga terdampak.

“Jumlah warga yang mengungsi sebanyak 545 jiwa, tersebar di enam titik pengungsian. Kami terus memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi, mulai dari logistik, layanan kesehatan, hingga kebutuhan khusus kelompok rentan,” ujarnya.

Titik Pengungsian

  • Manggala: Masjid Jabal Nur (36 jiwa), Masjid Yuda Alfatih (27 jiwa)
  • Biringkanaya: Masjid Lailatul Qadar BTP Blok AF (232 jiwa) menjadi lokasi dengan jumlah pengungsi terbanyak, disusul tiga titik lainnya di wilayah Katimbang.

BPBD melaporkan lima lokasi terendam banjir, dengan ketinggian air bervariasi. Di Jalan Sermani 4, Kelurahan Tello Baru, Kecamatan Panakkukang, air mencapai ±100 cm. Kompleks Kodam III Katimbang terendam hingga 30 cm, sementara genangan di Jalan Kecaping Raya, Kapasa RW 6, dan Terowongan Rappokalling berkisar antara 20–40 cm.

Perahu karet dan perlengkapan evakuasi telah disiagakan untuk mengantisipasi peningkatan debit air. “Situasi secara umum aman dan terkendali, namun masyarakat tetap diimbau waspada dan segera melaporkan kondisi darurat,” tegas Fadli.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, turun langsung memantau pengungsi di Masjid Jabal Nur Blok 10, Perumnas Antang, Selasa (24/2) malam. Ia memastikan kebutuhan warga, termasuk makanan sahur dan buka puasa, perlengkapan tidur, serta kebutuhan balita dan lansia, terpenuhi.

“Ada 11 KK yang mengungsi dengan ketinggian air di rumah sekitar bawah lutut. Pemerintah kota berkomitmen penuh memastikan keselamatan dan kenyamanan warga terdampak,” kata Munafri.

Selain penanganan darurat, Munafri menegaskan pemerintah akan melakukan evaluasi sistem drainase sebagai langkah mitigasi jangka panjang agar banjir tidak terus berulang.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.