Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaKeamanan

Dikawal TNI Lahan SMPN 3 Manggelewa Nyaris Diukur Orang Tak Dikenal Buat Bangun Gerai Koperasi Tanpa Izin

Views
×

Dikawal TNI Lahan SMPN 3 Manggelewa Nyaris Diukur Orang Tak Dikenal Buat Bangun Gerai Koperasi Tanpa Izin

Sebarkan artikel ini
Dikawal TNI Lahan SMPN 3 Manggelewa Nyaris Diukur Orang Tak Dikenal Buat Bangun Gerai Koperasi Tanpa Izin

Koma.id Rencana pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di lahan SMPN 3 Manggelewa memicu penolakan keras. Kepala sekolah, guru, siswa, dan wali murid pada Sabtu (10/1/2026) melayangkan protes menyusul aktivitas pengukuran lahan oleh pihak luar yang dilakukan tanpa pemberitahuan.

Kejadian berawal ketika sejumlah guru mencurigai adanya orang tak dikenal membawa alat ukur di area sekolah sekitar pukul 08.30 WITA. Kecurigaan itu berujung pada konfrontasi setelah para guru dan siswa mendatangi lokasi.

Silakan gulirkan ke bawah

Situasi memanas sebelum akhirnya terungkap bahwa pengukuran dilakukan oleh pengurus KDMP yang didampingi aparat TNI, sebagai bagian dari persiapan pembangunan gerai koperasi.

“Awalnya kami heran, kok ada orang mau mengukur lahan di dalam sekolah. Tidak ada pemberitahuan apa pun sebelumnya,” ujar seorang guru SMPN 3 Manggelewa yang enggan disebutkan namanya.

Kepala SMPN 3 Manggelewa, Aminullah, menolak rencana tersebut dan menyatakan tidak akan mengizinkan pembangunan apa pun yang berpotensi mengganggu proses pendidikan.

“Tidak pernah ada informasi atau koordinasi kepada kami, baik dari KCD, Dinas Dikpora Kabupaten Dompu, pihak desa, maupun pengurus koperasi. Kami benar-benar kaget,” tegas Aminullah di ruang kerjanya seperti dikutip di salah satu Media online.

Pihak sekolah juga menegaskan tidak pernah mendapat informasi resmi dari KCD, Dinas Dikpora Kabupaten Dompu, pemerintah desa, maupun pengurus koperasi. Sementara itu pihak pengukur yang ditemani Babinsa setempat juga mengklaim kehadiran TNI untuk mendampingi peninjauan lokasi dan kemudian meninggalkan lokasi setelah adanya penolakan.

 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.