Koma.id– Pergantian pucuk pimpinan terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Wakil Ketua Umum PBNU, KH Zulfa Mustofa, resmi ditetapkan sebagai Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU menggantikan KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Pleno PBNU yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa, 9 Desember 2025.
Rapat pleno dibuka secara resmi oleh Rais Syuriyah PBNU, KH Miftachul Akhyar. Dalam sambutannya, Kiai Miftach menegaskan bahwa Syuriyah merupakan pemilik sah Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu, menurutnya, supremasi Syuriyah perlu ditegaskan kembali dalam forum pleno sebagai fondasi pengambilan keputusan strategis organisasi.
Prakiraan Cuaca Sulawesi Selatan 3 Juli 2026: BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Angin Kencang
Agenda rapat pleno ini sejak awal menyedot perhatian publik karena membahas penetapan Penjabat Ketua Umum PBNU pasca-pemberhentian Gus Yahya. Dinamika internal yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir mendorong PBNU mengambil langkah cepat guna menjaga stabilitas organisasi.
Setelah resmi ditunjuk, KH Zulfa Mustofa langsung menyampaikan sikap politik organisasinya. Ia menegaskan tidak ingin terjebak dalam konflik lama yang sebelumnya mengganggu soliditas PBNU. Zulfa menyadari bahwa jabatan Pj Ketua Umum bukanlah posisi ringan, terutama di tengah situasi organisasi yang masih berada dalam fase pemulihan.
Dalam pernyataannya, Zulfa juga mengulurkan ajakan rekonsiliasi kepada seluruh elemen Nahdliyin. Ia meminta semua pihak kembali merapatkan barisan demi menjaga keutuhan organisasi. Menurutnya, warga NU sudah terlalu lama berada dalam situasi ketidakpastian yang menimbulkan keresahan di berbagai tingkat.







