Koma.id | Tiongkok – Di balik gemerlap gedung pencakar langit Haikou, Hainan, berdiri Masjid Haitou. Bangunan sederhana tersebut adalah simbol ketahanan komunitas Muslim etnis Hui yang telah berakar di pulau tropis Tiongkok ini selama ratusan tahun, menjadi oase spiritual di tengah modernitas.
Masjid di Distrik Qiongshan ini kini menjadi titik penting dalam wisata halal dan tempat singgah vital bagi jemaah transit. Arsitekturnya yang putih-hijau, memadukan elemen Tiongkok tradisional, menunjukkan adaptasi Islam sebagai minoritas yang damai.
Bagi para pelancong, Haitou melengkapi perjalanan spiritual mereka. Joko Budi Wahono, warga Bekasi, Jawa Barat, yang transit untuk Umrah, melihat kunjungan ini sebagai penunaian semangat mencari ilmu.

Qodari: Tuntutan Hentikan MBG Salah Besar
“Kami sekeluarga mau berangkat umroh, namun ada kesempatan. Jadi, pasnya carilah ilmu sampai ke negeri China, dan kebetulan ada kesempatan kita salat di masjid di sini,” ujarnya. Sabtu (06/12).
Keberadaan masjid ini mengukuhkan narasi bahwa Islam di Tiongkok adalah entitas yang stabil dan berkelanjutan, bukan sekadar fenomena pinggiran, terutama bagi jemaah asing yang singgah.








