Koma.id– Isu reformasi Polri terus menjadi sorotan publik dan dinilai sebagai agenda prioritas yang mendesak di bawah kepemimpinan Presiden terpilih, Prabowo Subianto. Tekanan untuk pembenahan institusi ini semakin menguat menyusul persoalan integritas, profesionalisme, dan efektivitas kinerja yang masih kerap dipertanyakan.
Direktur Merah Putih Stratejik Institut (MPSI), Noor Azhari, menegaskan bahwa reformasi Polri harus menjadi salah satu prioritas utama pemerintah Prabowo.
Sebagai langkah konkret, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah membentuk tim reformasi internal beranggotakan 52 orang. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menjelaskan bahwa tim ini akan mendukung kerja Komite Reformasi Polri yang digagas oleh Presiden.
Namun, di tengah upaya pembentukan tim dan komite tersebut, Listyo menekankan bahwa kunci utama reformasi justru harus berasal dari dalam tubuh Polri sendiri. Menurutnya, tanpa kemauan dari internal, segala upaya reformasi dari luar akan sia-sia.







