Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Rizieq Shihab Tambah Poin Kontroversial ‘Adili Jokowi’ ke Purn TNI, Aktivis: Demokrasi Bukan Panggung Fitnah

Views
×

Rizieq Shihab Tambah Poin Kontroversial ‘Adili Jokowi’ ke Purn TNI, Aktivis: Demokrasi Bukan Panggung Fitnah

Sebarkan artikel ini
Rizieq Shihab Tambah Poin Kontroversial ‘Adili Jokowi’ ke Purn TNI, Aktivis: Demokrasi Bukan Panggung Fitnah

Koma.id, Jakarta – Sebuah video yang menampilkan tokoh Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS), menyatakan dukungan terhadap Forum Purnawirawan Prajurit TNI viral di media sosial.

Dalam pernyataannya, HRS mendukung delapan poin peringatan yang disampaikan oleh para purnawirawan TNI, bahkan menambahkan satu tuntutan baru: meminta agar mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) diadili.

Silakan gulirkan ke bawah

Merespons tuntutan tersebut, aktivis Corong Rakyat Hasan pun menyayangkan pernyataan Habib Rizieq Shihab yang menyerukan isu adili Jokowi tersebut. Kata dia, meskipun kebebasan berpendapat yang dijamin undang-undang. Namun, kebebasan ini tidak berarti bebas dari tanggung jawab atau bebas menyebarkan kebencian.

“Mendorong penegakan hukum terhadap seseorang tanpa dasar hukum yang jelas bukanlah bentuk aspirasi, tetapi bentuk penghakiman sepihak yang berpotensi memecah belah bangsa. Negara ini dibangun di atas prinsip hukum, bukan emosi atau tekanan politik,” tegas Hasan, hari ini.

Menurutnya, mantan Presiden Jokowi telah menyelesaikan dua periode kepemimpinannya secara konstitusional, melalui pemilu yang sah dan diakui dunia. Jika terdapat kritik terhadap kebijakan atau warisan pemerintahannya, ruang demokrasi seperti diskusi publik, lembaga legislatif, hingga jalur hukum terbuka bagi siapa saja selama dilakukan secara etis dan berdasarkan data, bukan sekadar retorika provokatif.

“Mendorong suasana sejuk pasca pemilu dan mendukung proses transisi pemerintahan yang damai jauh lebih dibutuhkan rakyat saat ini, ketimbang narasi konfrontatif yang terus menghidupkan polarisasi masa lalu. Apa yang dibutuhkan bangsa ini bukan seruan penangkapan, tapi kerja kolaboratif dalam menyelesaikan tantangan ke depan,” bebernya.

“Mari rawat akal sehat dalam bernegara. Bangsa ini tidak akan maju jika perbedaan disulut menjadi konflik, dan hukum dijadikan alat politik balas dendam,” pungkasnya.

Untuk diketahui, video tersebut direkam di kediaman Habib Rizieq di Petamburan, Jakarta Pusat, dan turut menampilkan sejumlah tokoh sipil dan militer.

Di antaranya, mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu, aktivis Marwan Batubara, serta mantan Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko.

Video ini diunggah di kanal YouTube Harsubeno Point pada Senin (5/5/2025), dengan judul “Makin Seru! Habib Rizieq Dukung 8 Pernyataan Purnawirawan, Tambahkan Poin: Tangkap & Adili Jokowi.”

Yang mencuri perhatian publik adalah tambahan poin ke-9 dari Habib Rizieq. Ia menyerukan agar Jokowi ditangkap dan diadili, menyebut mantan Presiden sebagai akar dari berbagai permasalahan bangsa.

“Jadi sekali lagi saya mendukung 8 pernyataan tadi, kalau saya tambahkan satu lagi yang kesembilan: tangkap dan adili Jokowi! Takbir! Sollu Alan Nabi!” tegasnya disambut oleh hadirin.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.