Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaDaerahRagam

Dilema Pemudik Sepeda Motor: Antara Hemat Biaya dan Ancaman Keselamatan

Views
×

Dilema Pemudik Sepeda Motor: Antara Hemat Biaya dan Ancaman Keselamatan

Sebarkan artikel ini
Dilema Pemudik Sepeda Motor: Antara Hemat Biaya dan Ancaman Keselamatan

Koma.id, Bekasi – Meski pemerintah terus mengimbau agar pemudik tidak menggunakan sepeda motor dengan penumpang lebih dari dua orang serta barang bawaan yang melebihi kapasitas, ruas Jalan M. Hasibuan di Kalimalang, Bekasi Selatan, Jawa Barat, tetap dipadati pemotor pada H-6 Lebaran. Setiap tahunnya, antusiasme pemudik sepeda motor tak pernah surut, meskipun risiko kecelakaan mengintai di sepanjang perjalanan.

Pemandangan kepadatan para pemudik yang mengenakan sepeda motor terlihat pada Selasa malam (25/03/25). Sepeda motor yang dikendarai lebih dari dua orang, bahkan dengan balita di antara penumpangnya, melintas sambil membawa barang bawaan yang diikat di belakang kendaraan. Pilihan ini dinilai membahayakan keselamatan mereka, namun tetap menjadi opsi utama bagi pemudik di tengah kesulitan ekonomi dan mahalnya tiket transportasi umum.

Silakan gulirkan ke bawah

Ahmad Sunaryo, seorang pemudik tujuan Wonogiri, Jawa Tengah, memutuskan pulang ke kampung halamannya dengan istri dan dua anaknya menggunakan sepeda motor. Ia mengaku, kondisi ekonomi saat ini membuatnya harus menghemat biaya perjalanan.

“Dari Pasar Rebo ke Wonogiri, naik motor pelan-pelan saja. Kalau naik bus, biaya besar. Ini naik motor cuma 200 ribu sudah sampai kampung,” ungkap Ahmad dengan senyum tersipu.

Hal serupa disampaikan Teguh, pemudik asal Bekasi yang menuju Pemalang, Jawa Tengah. Ia memilih menggunakan sepeda motor karena ingin mampir mengunjungi kerabat di perjalanan.

“Kepengen naik motor saja. Dari kemarin naik mobil terus, kebetulan mau mampir-mampir ke keluarga. Jalannya pelan saja, santai,” ujar Teguh.

Kepadatan arus mudik sepeda motor di ruas Jalan M. Hasibuan diperkirakan akan terus meningkat menjelang Lebaran. Puncaknya diprediksi terjadi pada H-3 dan H-2, yaitu Kamis dan Jumat, 28-29 Maret 2025.

Di balik keramaian ini, risiko kecelakaan lalu lintas menjadi perhatian serius. Barang bawaan yang berlebihan dan beban penumpang di atas kapasitas motor berpotensi memicu kecelakaan di jalan. Pemerintah berharap masyarakat lebih bijak dalam memilih moda transportasi untuk mudik agar perjalanan ke kampung halaman tetap aman dan nyaman.

Meski begitu, semangat pemudik untuk pulang ke kampung halaman tampaknya tak pernah luntur. Mudik dengan sepeda motor, meskipun penuh tantangan, tetap menjadi jalan pulang bagi mereka yang merindukan momen bersama keluarga tercinta

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.