Koma.id– Pro dan kontra mengenai wacana pemilihan kepala daerah melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terus memanas. Komunitas Garuda Asta Cita Nusantara secara tegas menyatakan dukungannya terhadap gagasan yang diusulkan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Menurut Ketua Umum Garuda Asta Cita Nusantara, Muhammad Burhanuddin, kebijakan ini dapat menekan praktik politik uang yang kerap terjadi dalam pemilihan langsung, sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan di tingkat daerah.
Namun, survei dari LSI Denny JA menunjukkan bahwa wacana ini menghadapi penolakan dari mayoritas publik. Dari frekuensi percakapan publik sebanyak 1.629, hanya 23,7 persen memberikan sentimen positif, sementara 76,3 persen bersikap negatif. Kritik tajam dilayangkan oleh masyarakat yang khawatir wacana ini justru melemahkan demokrasi dan membuka celah korupsi baru di tubuh DPRD.
Selain itu, meskipun publik mendukung tujuh program unggulan Presiden Prabowo, isu Pilkada melalui DPRD justru menjadi salah satu poin yang menuai resistensi terbesar. Banyak pihak menilai efisiensi biaya yang diusung sebagai alasan utama belum cukup untuk menggantikan nilai partisipasi langsung masyarakat dalam menentukan pemimpin daerah.







