Gulir ke bawah!
BeritaHeadlineNasional

Menilik Kesakralan Peringatan Malam 1 Suro Keraton Surakarta Hadiningrat

10087
×

Menilik Kesakralan Peringatan Malam 1 Suro Keraton Surakarta Hadiningrat

Sebarkan artikel ini
Keraton Surakarta Hadiningrat menggelar Kirab Malam 1 Suro pada Minggu (7/7).(dok.KaratonSurakartaHadiningrat)

Koma.id – Peringatan Malam 1 Suro memang sudah menjadi salah satu tradisi yang melekat. Keraton Surakarta Hadiningrat menggelar Kirab Malam 1 Suro pada Minggu (7/7).  

Acara kirab digelar sebelum tengah malam sekitar pukul 11.30 WIB. Rombongan kirab mulai berjalan pada pukul 00.00 WIB. Masyarakat Kota Solo yang memadati rute kirab. Titik paling ramai berada di Bundaran Gladag-Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Mayor Kusmanto, hingga Jalan Kapten Mulyadi.  

Silakan gulirkan ke bawah
(dok.KaratonSurakartaHadiningrat)

Di depan kerbau (kebo) bule yang menjadi cucuk lampah atau pemimpin pasukan. Total terdapat tujuh kerbau berwarna putih yang melintas, terdiri dari 6 kerbau dewasa dan satu anakan. Kerbau ini bukan kerbau biasa. Selain warnanya putih, kerbau ini juga merupakan pusaka koleksi Keraton Surakarta Hadiningrat.  

Untuk pusaka yang ikut dikirab setidaknya ada 14 pusaka dari berbagai jenis yang merupakan kepunyaan Kerajaan pecahan Mataram Islam tersebut. Sebagai informasi, terkait berapa banyak pusaka yang akan ikut di kirab dalam tradisi memperingati Malam 1 Suro merupakan hak prerogatif dari penguasa Keraton Kasunanan Solo yakni Paku Buwono (PB) XIII. 

Sebelum kerbau melintas, petugas keamanan meminta masyarakat yang menonton untuk menepi. Terdapat larangan yang harus dipatuhi jika menonton kirab ini, yang berbaju merah dilarang berada di depan, dan jangan memakai kain seperti sarung.  

Setelah kerbau melintas, peserta kirab lainnya mulai menyusul. Ada ratusan orang yang menjadi peserta dengan diiringi keamanan dari polisi hingga perguruan silat, seperti Persatuan Setia Hati Terate.  

(dok.KaratonSurakartaHadiningrat)

Peserta kirab mengenakan pakaian adat berupa beskap hitam bagi laki-laki dan kebaya bagi perempuan. Dan diikuti sekitar 5.000 peserta kirab, mereka berjalan tanpa alas kaki menyusuri rute kirab tanpa berbicara karena sedang melakukan laku tapa bisu. Rombongan kirab dibagi menjadi beberapa kelompok, sesuai dengan jumlah benda pusaka yang dikirab.  

Sejumlah prosesi telah dilaksanakan terlebih dahulu sebelum akhirnya ditutup dengan kirab pusaka dalam tradisi Hajad Dalem Kirab Pusaka Malam 1 Suro Tahun Je 1958 kali ini. Beberapa waktu sebelum pergantian tahun, keluarga kerajaan telah memulai prosesi dengan ziarah ke makam Raja-raja Mataram Islam di Imogiri. 

Di malam pergantian tahun Jawa, prosesi dimulai dengan Wilujengan di dalam Keraton bersama PB XIII sebagai raja mulai pukul 21.00 WIB. Lalu dilanjutkan dengan persiapan Kirab Pusaka yang dimulai tepat pada pukul 00.00 WIB.  

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.