Gulir ke bawah!
BeritaHeadlineNasional

Kirab Malam 1 Suro Keraton Surakarta Hadiningrat

12314
×

Kirab Malam 1 Suro Keraton Surakarta Hadiningrat

Sebarkan artikel ini
Rangkaian kirab malam 1 Suro Keraton Surakarta Hadiningrat dimulai pada Minggu sore (7/7) hingga Senin (8/7) jam 12 malam kirab berangkat dari keraton keliling di rute yang sudah ditentukan. (dok.KaratonSurakartaHadiningrat)

Koma.id – Kirab pusaka malam 1 Suro Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat atau Keraton Solo, Jawa Tengah bakal digelar pada Senin (8/7) dini hari. Adapun rangkaian tradisi turun-temurun di Keraton Solo yang telah berusia ratusan tahun tersebut dimulai sejak Minggu (7/7) sore.

“Keraton Surakarta melakukan kirab pusaka rangkaian bulan Suro itu dimulai pada Minggu sore. Terus nanti (Senin) jam 12 malam iring-iringan kirab berangkat dari keraton keliling di rute seperti tahun-tahun sebelumnya,” jelas Pengageng Sasana Wilopo Keraton Solo, Kanjeng Pangeran Dani Nur Adiningrat (4/7).

Silakan gulirkan ke bawah

Dani menjelaskan, alasan rangkaian kirab malam 1 Suro Keraton Solo dimulai pada Minggu sore. “Karena menurut perhitungan Jawa dan perhitungan Islam hari itu dimulai dari malam baru siang. Jadi Minggu sore itu sudah ikut hari berikutnya. Jadi sudah ikut Senin. Kenapa keraton memilih hari Senin untuk 1 Sura-nya, karena sesuai penanggalan Sultan Agung kita memakai Kurup Asapon jadi 1 Sura tahun Je jatuh pada hari Senin,” paparnya.

 

Rute kirab dan jumlah kerbau Kiai Slamet

Ada ribuan peserta yang ikut dalam kirab malam 1 Suro. Termasuk Pakubuwana XIII, permaisuri, dan putra mahkota serta para abdi dalem Keraton Solo.

Mengenai berapa jumlah kerbau Kiai Slamet yang akan dikeluarkan untuk kirab, jelas Dani masih menunggu perintah dari Pakubuwana XIII. Dani memastikan, kerbau Kiai Slamet yang akan dikirab pada malam 1 Suro semuanya dalam kondisi sehat. Kerbau Kiai Slamet juga sudah dilatih berjalan untuk kirab nanti.

Persiapan dan perlakuan khusus terhadap kerbau Kiai Slamet yang akan dikeluarkan untuk kirab malam 1 Suro. (dok.KaratonSurakartaHadiningrat)

Dikatakannya, ada perlakuan khusus terhadap kerbau Kiai Slamet yang akan dikeluarkan untuk kirab malam 1 Suro. “Biasanya sehabis Ashar kerbau dibawa ke kandang lama di Kampung Gurawan. Jadi kandang kerbau bukan di Alun-alun Kidul. Kerbaunya dibersihkan, terus dipersiapkan. Berapa ekor nanti (yang dikirab) menunggu dawuh dalem (PB XIII). Lalu menjelang malam kerbau dibawa ke Kamandungan untuk persiapan kirab,” terang Dani.

Kirab malam 1 Suro Keraton Solo akan melewati rute yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni mengambil rute Supit Urang, Jalan Pakubuwana, Gapura Gladah, Jalan Mayor Kusmanto, Jalan Kapten Mulyadi, Jalan Veteran, Jalan Yos Sudarso, Jalan Slamet Riyadi dan kembali ke Keraton Solo.

Lebih jauh, Dani menerangkan, persiapan kirab malam 1 Suro Keraton Solo sudah matang. Pihaknya juga sudah menggelar rapat persiapan kirab bersama Pemkot Solo dan stakeholder terkait. Oleh karena itu, pihaknya berharap, pelaksanaan kirab malam 1 Suro dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan khidmat.

“Persiapan-persiapan sudah difinalisasi. Semoga upacara malam 1 Suro untuk menyambut tahun baru Jawa, tahun baru Islam ini berjalan tertib, lancar, khidmat. Ini bukan sebuah arak-arakan atau sebuah perayaan belaka. Karena ada makna dalam sekali dalam upacara adat ini,” pungkas Dani.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.