Gulir ke bawah!
Ekonomi

Ekonomi Vs Moralitas Dalam Polemik Bansos Keluarga Korban Judi Online

7991
×

Ekonomi Vs Moralitas Dalam Polemik Bansos Keluarga Korban Judi Online

Sebarkan artikel ini
Judi online.
Judi online.

Koma.id– Wacana pemberian bantuan sosial kepada keluarga korban judi online, yang diusulkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, telah memicu berbagai reaksi dan polemik di tengah masyarakat. Usulan ini mengundang perdebatan antara pandangan yang menekankan perlunya perlindungan ekonomi bagi korban dengan kekhawatiran akan implikasi negatif dari judi online.

Menurut salah satu pandangan, negara diharapkan hadir untuk memberikan perlindungan kepada warga yang terdampak secara ekonomi akibat judi online. Hal ini dianggap sebagai tanggung jawab moral pemerintah untuk membantu mereka yang terjebak dalam praktik ilegal ini.

Silakan gulirkan ke bawah

Sebaliknya, ada sudut pandang yang menilai bahwa pemberian bansos kepada keluarga penjudi online tidak tepat secara kriteria. Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menyatakan bahwa bantuan semacam itu seharusnya tidak diberikan karena judi online sendiri telah merugikan negara secara finansial.

Sosiolog dari Universitas Negeri Jakarta, Asep Suryana, berpendapat bahwa memberikan bantuan sosial kepada korban judi online adalah tindakan yang wajar dan normatif bagi negara. Menurutnya, intervensi seperti ini penting untuk melindungi individu yang terdampak secara sosial dan ekonomi oleh praktik ilegal tersebut.

Di sisi lain, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menyoroti pentingnya pengawasan dalam pelaksanaan wacana tersebut. Ia menekankan perlunya penetapan kriteria yang jelas dan pengawasan yang ketat terhadap siapa saja yang layak menerima bantuan sosial, termasuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Polemik ini mencerminkan kompleksitas dalam kebijakan sosial pemerintah, di mana aspek keadilan, kebijakan ekonomi, dan moralitas masyarakat saling berbenturan.

 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.