Gulir ke bawah!
Ekonomi

Siap-Siap Harga Minyakita Bakal Naik Lagi

5109
×

Siap-Siap Harga Minyakita Bakal Naik Lagi

Sebarkan artikel ini
Peluncuran MinyKita
Mendag Zulhas saat peluncuran MinyaKita

Koma.id- Pasca-libur Iduladha 2024, masyarakat harus bersiap menghadapi kenaikan harga sejumlah bahan pokok. Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan telah mengonfirmasi bahwa harga minyak goreng kemasan murah, Minyakita, akan naik menjadi Rp 15.500 per liter. Kenaikan ini merupakan bagian dari penyesuaian harga pasca-liburan dan akan segera dirapatkan oleh pihak terkait.

Zulhas menjelaskan bahwa kenaikan harga Minyakita dari Rp 14.000 menjadi Rp 15.500 per liter sudah dipertimbangkan dengan matang. Langkah ini, menurutnya, diperlukan untuk menyesuaikan dengan biaya produksi dan kondisi pasar terkini.

Silakan gulirkan ke bawah

Tidak hanya minyak goreng, harga sejumlah komoditas pangan lainnya juga mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data dari panel harga Badan Pangan Nasional, berikut adalah beberapa komoditas yang mengalami kenaikan Harga.

Harga per kilogram cabai rawit merah melonjak 9,66% dari Rp 50.110 menjadi Rp 55.470. Kenaikan tertinggi tercatat di Papua Tengah, di mana harga cabai rawit merah mencapai Rp 135.000 per kilogram.

Harga telur ayam ras naik dari Rp 29.810 menjadi Rp 31.010 per kilogram. Kenaikan ini mencerminkan permintaan yang meningkat pasca-liburan.Harga tepung terigu juga mengalami peningkatan dari Rp 13.410 menjadi Rp 14.320 per kilogram, mengikuti tren kenaikan bahan pokok lainnya.

Harga daging sapi murni naik dari Rp 135.690 menjadi Rp 136.590 per kilogram. Meskipun kenaikannya relatif kecil, ini tetap menambah beban bagi konsumen. Gula konsumsi mengalami kenaikan harga dari Rp 18.210 menjadi Rp 19.100 per kilogram. Kenaikan ini merupakan bagian dari tren umum kenaikan harga bahan pokok.

Kenaikan harga ini diperkirakan akan mempengaruhi daya beli masyarakat, terutama di kalangan menengah ke bawah. Konsumen di berbagai wilayah, terutama di Papua Tengah dengan lonjakan harga cabai rawit merah yang drastis, harus bersiap menghadapi tekanan ekonomi tambahan.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.