Gulir ke bawah!
Nasional

Partai Gelora Tolak PKS Merapat : Ingat Narasi yang Menyerang Prabowo-Gibran Selama Kampanye!

6550
×

Partai Gelora Tolak PKS Merapat : Ingat Narasi yang Menyerang Prabowo-Gibran Selama Kampanye!

Sebarkan artikel ini

Koma.id, Jakarta – Sekjen Partai Gelora Mahfuz Sidik menolak PKS bergabung ke Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Mahfuz menyinggung PKS pernah melontarkan serangan ke Prabowo-Gibran.

“Seingat saya selama proses kampanye, di kalangan PKS banyak muncul narasi sangat ideologis dalam menyerang sosok Prabowo-Gibran,” kata Mahfuz dalam keterangannya, Minggu (28/4/2024).

Silakan gulirkan ke bawah

Dia mengingatkan publik dengan narasi yang muncul dari kalangan PKS yakni menganalogikan Nabi Musa tidak perlu berutang kepada Firaun, karena dahulu Anies Baswedan diusung menjadi calon Gubernur Jakarta pada 2017 oleh Partai Gerindra. Mahfuz juga mengungkapkan bahwa PKS selama ini kerap memunculkan narasi yang mengadu domba dan membelah masyarakat.

Selain itu, Mahfuz juga mengungkit kembali pernyataan PKS yang memberi cap pengkhianat kepada Prabowo karena bergabung dalam Kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi dan Wapres KH Ma’ruf Amin pada 2019 silam.

“Ketika pada 2019 Prabowo Subianto memutuskan rekonsiliasi dengan Jokowi, banyak cap sebagai pengkhianat kepada Prabowo Subianto. Umumnya datang dari basis pendukung PKS,” ujarnya.

Dia menegaskan selama ini Jokowi dan Prabowo juga telah mengingatkan untuk tidak memberikan narasi yang memecah belah politik dan ideologi. “Narasi-narasi yang beresiko membelah lagi masyarakat secara politis dan ideologis. Padahal itu yang sering diingatkan oleh Presiden Jokowi dan capres Prabowo,” imbuh dia.

Mahfuz Sidik sebelumnya merespons terkait langkah politik PKS yang membuka diri untuk bergabung dengan Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Dia pun menyinggung dugaan adanya pembelahan di internal PKS dan massa pendukungnya.

“Jika sekarang PKS mau merapat karena alasan proses politik sudah selesai, apa segampang itu PKS bermain narasi ideologisnya? Apa kata pendukung fanatiknya? Sepertinya ada pembelahan sikap antara elite PKS dan massa pendukungnya,” kata Mahfuz Sidik dalam keterangannya, Minggu (28/4).

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.