Gulir ke bawah!
Nasional

Perdagangan Orang Modus Ferienjob Terungkap, KMHDI Apresiasi Komitmen Kapolri Berantas TPPO

393
×

Perdagangan Orang Modus Ferienjob Terungkap, KMHDI Apresiasi Komitmen Kapolri Berantas TPPO

Sebarkan artikel ini

Koma.id – Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMDHI) menilai terungkapnya kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) mahasiswa modus ferienjob ke Jerman membuktikan komitmen Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam pemberantasan perdagangan orang. Di sisi lain, KMHDI mendesak Kemendikbud-Ristek membuka data kampus yang terlibat TPPO ini.

“Kasus TPPO dengan berbagai modus telah diungkap, kami melihat komitmen Kapolri dalam memberantas kejahatan ini sangat besar. Saya mengikuti pemberitaan yang sedang berkembang terkait ferienjob yang dianggap sebagai kegiatan magang ke Jerman. Kami mendesak Kemendikbud-Ristek membuka data dan keterlibatan kampus dalam program yang merugikan serta membahayakan mahasiswa,” ujar Ketua Umum KMHDI Wayan Darmawan dalam keterangannya, Selasa (26/3/2024).

Silakan gulirkan ke bawah

Dia mendorong Polri menangkapi oknum-oknum universitas yang terlibat TPPO modus ferienjob ini. Tindakan tegas tersebut, imbuh Wayan, agar tak terjadi lagi kasus serupa.

“Sindikat yang bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi harus ditangkap agar tidak kembali beraksi dengan berbagai modusnya,” tegas Wayan.

Wayan menyebut keterlibatan pihak perguruan tinggi harus dibuka secara transparan. Wayan meyakini TPPO modus ferienjob ini sudah direncanakan dengan matang sehingga agen-agen penyalur tenaga kerja ke Jerman memiliki jaringan di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Keterlibatan pihak perguruan tinggi harus dibuka secara terang dan ditindak tegas, kami yakin bahwa perdagangan orang berkedok magang ini sudah direncanakan dengan matang oleh para pelaku dengan melibatkan jaringan perguruan tinggi di Indonesia.

Terakhir, dia menekankan akan mendukung penuh upaya Satgas TPPO Polri menuntaskan penyidikan kasus ini. “Kami mendukung penuh kerja Satgas TPPO Polri untuk mengusut dan menangkap para pelaku yang telah merugikan dan membahayakan bagi keselamatan mahasiswa,” pungkas dia.

Sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro menyebutkan para mahasiswa yang diberangkatkan ke Jerman untuk magang atau Ferienjob ternyata dipekerjakan secara ilegal.

Dia mengatakan para korban dieksploitasi. Kasus ini berawal dari informasi KBRI di Berlin soal adanya empat mahasiswa yang sedang ikut ferienjob.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.