Gulir ke bawah!
Nasional

Mendag Zulkifli Jamin Tak Ada Kenaikan Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran

393
×

Mendag Zulkifli Jamin Tak Ada Kenaikan Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran

Sebarkan artikel ini

Koma.id – Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan alias Zulhas, memastikan stok ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) selama Ramadan hingga Lebaran nanti dalam kondisi aman. Zulhas memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat lebih dari cukup.

“Menjelang Lebaran dan selama bulan suci Ramadan, bahan pokok ketersediaannya lebih dari cukup, banyak,” kata Zulhas di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (25/3/2024).

Silakan gulirkan ke bawah

Hal itu disampaikan Zulhas saat menghadiri rapat lintas sektoral kesiapan Operasi Ketupat 2024 bersama Polri. Zulhas meminta masyarakat tidak khawatir terkait ketersediaan bahan pokok.

“Jadi tidak usah khawatir, membeli seperlunya saja. Karena ketersediaan stok beras, gula, ayam, telur, bawang, cabai, semuanya lebih dari cukup,” imbaunya

Zulhas juga memastikan harga bahan pokok tidak akan naik saat Lebaran. Dia menyebut, jika ada kenaikan harga, itu karena ada faktor kendala transportasi.

“Tetapi andai kata harganya naik, maka kami sudah minta warga daerah untuk menggunakan bantuan cadang dan tidak terduga itu untuk subsidi transportasinya,” ucap Zulhas.

“Jadi insyaallah selama Ramadan sampai Lebaran harga tidak naik,” imbuhnya.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menambahkan stok cadangan pangan selama Ramadan juga sudah cukup. Dia menyebut stok saat ini mencapai angka 1,2 juta ton.

“Saya menyampaikan bahwa cadangan pangan pemerintah sangat cukup, hari ini ada 1,2 juta ton. Kemudian tadi Pak Mendag sudah sampaikan ada kerja sama antar daerah,” ucap Arief.

Arief juga mengklaim proses distribusi bahan pokok tidak akan terlalu terkendala. Sebabnya, kata dia, Polri telah memberlakukan pengecualian pembatasan angkutan bahan pokok selama Lebaran.

“Pak Kapolri juga sudah mendukung bahwa transportasi yang berkaitan dengan sembako tidak akan terhambat, jadi panen untuk bulan ini beras 3,8 juta ton,” tutur dia.

“Kemudian bulan depan 4,9 juta ton dari kebutuhan 2,5 juta ton. Jadi stok kami pastikan cukup,” pungkasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.