Gulir ke bawah!
Nasional

Alasan Berobat, Hanan Supangkat Absen dari Pemeriksaan KPK

262
×

Alasan Berobat, Hanan Supangkat Absen dari Pemeriksaan KPK

Sebarkan artikel ini

Koma.id, Jakarta – Pemilik PT Mulia Knitting Factory (Grup Rider) Hanan Supangkat kedapatan mangkir dari pemeriksaan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) eks Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Hanan yang rumah pribadinya telah digeledah KPK ini, beralasan sedang melakukan pengobatan terkait penyakit yang ia derita.

Silakan gulirkan ke bawah

“Hanan Supangkat, yang bersangkutan tidak hadir untuk hari ini, tapi mengkonfirmasi ada suratnya, jadi tidak mangkir. Dari suratnya sedang berobat. Tapi detailnya Tidak bisa saya sampaikan tentunya karena terkait dengan penyakit seseorang,” ujar Kepala Bagian (Kabag) Pemberitaan KPK, Ali Fikri kepada awak media di Gedung Merah Putih KPK K4, Jakarta Selatan, Rabu (13/3/2024).

Ali mengatakan, Hanan meminta tim penyidik KPK untuk mengagendakan ulang pemeriksaan pada Rabu (20/3/2024) pekan depan.

“Mengkonfirmasi nanti akan hadir di hari Rabu tanggal 20 Maret 2024. Nanti kita tunggu kehadirannya, di suratnya memang yang bersangkutan menyampaikan akan kooperatif hadir,” ucapnya.

Sebelumya, Hanan diperiksa tim penyidik pada Jumat (1/3/2024) pekan lalu. Ia dicecar tim penyidik KPK terkait komunikasinya dengan mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang membahas proyek di Kementan yang diduga beraroma rasuah.

“Penyidik mendalami pengetahuan saksi antara lain terkait komunikasi antara saksi dengan SYL dan juga dikonfirmasi mengenai informasi dugaan adanya proyek pekerjaannya di Kementan,” kata Kepala Bagian (Kabag) Pemberitaan KPK, Ali Fikri melalui keterangannya, Senin (4/3/2023).

Kemudian, KPK melakukan penggeledahan di rumah bos pakaian dalam Rider itu yang berlokasi di Taman Kebon Jeruk Blok J-XII / 2, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, pada Rabu (7/3/2024) malam.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri mengatakan, tim penyidik menemukan sejumlah dokumen proyek di Kementerian Pertanian (Kementan) hingga bukti elektronik terkait kasus korupsi yang menyeret Eks Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Selain itu, tim penyidik KPK menemukan sejumlah uang dalam bentuk tunai maupun valas dengan nilai sebesar miliaran rupiah terkait kasus korupsi di Kementan. Uang panas tersebut mencapai Rp15 miliar.

Ali menjelaskan, aliran dana partai Nasdem dari kasus korupsi SYL sedang didalami tim penyidik KPK dari dugaan tindak pidana pencucian uangnya (TPPU) SYL. Kemungkinan bisa lebih dari Rp40,1 juta.

“Aliran uang aliran uangnya tadi kan sedang didalami hari ini sampai hari ini, ya itu yang kemudian kita sebut untuk TPPU-nya,” ucap dia.

Kasus pencucian uang yang diduga dilakukan SYL, bermula dari kasus dugaan korupsi di Kementerian Pertanian (Kementan). SYL bersama mantan Direktur Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Muhammad Hatta dan mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementan Kasdi Subagyono diduga memeras sejumlah pejabat eselon I serta menerima gratifikasi di lingkungan Kementan. Dalam rentang waktu 2020-2023 mereka diduga melakukan korupsi sebesar Rp 44, 5 miliar.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.