Gulir ke bawah!
KeamananNasional

MUI Minta Masyarakat Abaikan Perbedaan Awal Ramadhan demi Kekompakan Umat Islam

131
×

MUI Minta Masyarakat Abaikan Perbedaan Awal Ramadhan demi Kekompakan Umat Islam

Sebarkan artikel ini

Koma.id- Isu mengenai perbedaan awal Ramadhan mendapatkan perhatian publik di tanah air. Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta agar masyarakat tidak memperdebatkan perbedaan 1 Ramadhan 1445 H, namun membiarkannya berjalan tanpa mengganggu persaudaraan umat Islam.

Pemerintah telah menetapkan 1 Ramadan 1445 Hijriah sebagai penanda awal ibadah puasa yang jatuh pada Selasa, 12 Maret 2024.

Silakan gulirkan ke bawah

Keputusan ini diumumkan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas usai Sidang Isbat Awal Ramadhan 1445 H pada Ahad, 10 Maret 2024, di Auditorium H.M Rasjidi Kementerian Agama, Jakarta Pusat.

Menag berharap bahwa dengan hasil sidang isbat ini, umat Islam akan menjalankan ibadah dengan penuh kekhusukan, sambil menjunjung tinggi toleransi meskipun ada perbedaan. Sementara itu, Muhammadiyah memulai puasa Ramadhan pada 11 Maret 2024.

Sebelumnya, muncul usulan peniadaan sidang Isbat yang diajukan oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, karena Idul Fitri akan bertepatan.

Menyikapi hal ini, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Cholil Nafis, menanggapi bahwa pelaksanaan Sidang Isbat penentuan bulan Hijriah tetap penting dilaksanakan.

Menurutnya, Sidang Isbat dapat memberikan kepastian waktu kepada masyarakat yang mengikuti keputusan pemerintah, termasuk dalam penentuan awal Ramadan.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.