Koma.id, Jakarta – Usia mainkan propaganda Cawe-Cawe Jokowi soal bocor putusan MK sistem proporsional tertutup, Denny Indrayana kembali menggulirkan isu impeachment Presiden Jokowi ke media sosial.
Pengamat Intelijen Stanislaus Riyanta membeberkan apa maksud terlubung dari aksi kontroversial bekas Wamenkumham tersebut. Kata dia, ini bukan suatu kebetulan semata melainkan ada by desain.
“Dia memanfaatkan isu tersebut dengan bocoran sistem tertutup. Seandainya nanti yang diputuskan sistem terbuka, maka dia (Denny Indrayana) akan ngomong itu karena sudah saya kritisi maka jadi terbuka. Dia mengambil keuntungan popularitas juga, kalau benar-benar tertutup maka dia untung juga dengan ngomong terbukti kan,” tegas Stanislaus Riyanta.
Hal itu disampaikannya dalam diskusi podcast Koma.id bertema “Strategi Komunikasi Politik dan Ancaman Polarisasi Pemilu 2024”, Rabu (7/6/2023).
Menurutnya, ini adalah bagian dari propaganda untuk mempengaruhi MK dan masyarakat atau bagian dari proxy tertentu untuk kepentingan tertentu.
“Yang jelas, Denny Indrayana yang merupakan pakar hukum membicarakan hal yang belum jadi putusan. Seolah-olah itu adalah putusannya. Ini harusnya bisa dicegah, dan MK harusnya melakukan tindakan karena dapat mana isu itu. Jika dibiarkan saja maka jadi suatu hal yang benar. Apalagi tidak ada yang gugat maka jadi kebenaran oleh publik,” sambungnya.
“Dan propaganda Denny Indrayana ini tercapai,” kata dia lagi.
Kata dia, dalam hal ini Polisi masih menunggu pelaporan dari masyarakat soal celotehan Denny Indrayana. Dan pembocoran informasi ini bisa menjadi suatu hal yang tidak benar dalam mekanisme hukum.
“Ini tidak patut, apakah nanti ada sanksi hukum bisa dari Polri maupun Kejaksaan yang punya kewenangan itu. Tapi ini meresahkan masyarakat dan dijadikan topik propaganda,” sambungnya.
Sementara itu, pakar komunikasi sekaligus Dosen SKSG UI DR. Puspitasari mengaku ada perkembangan menarik dibalik fenomena manuver Denny Indrayana yang menyampaikan pernyataan kegaduhan diruang publik.
“Ini adalah bagian dari propaganda. Propaganda yang digulirkan itu sebetulnya sebuah informasi yang tidak berangkat dari sebuah ruang kosong. Jadi dalam arti tertentu, propaganda itu berasal dari informasi awal yang benar lalu kemudian terjadi upaya-upaya penyesatan,” jelas Puspitasari.
Kata dia, tulisan Denny Indrayana soal desakan Impeachment dengan 3 dugaan pelanggaran konstitusi Presiden itu sebagai bagian dari upaya propagandanya untuk mempengaruhi publik.
“Masyarakat jadi asyik soal tulisan Denny Indrayana bukan soal bantahan dan kritik-kritik yang diarahkan,” pungkasnya.












