Koma.id – Aliran dana dari organisasi sosial Aksi Cepat Tanggap (ACT) diduga kuat mengalir ke kelompok pemberontak Free Syrian Army (FSA). Kelompok itu merupakan organisasi oposisi bersenjata yang melakukan operasi di Suriah melawan rezim Bashar Al- Assad.
“Ada dugaan dana ACT telah mengalir ke FSA yang sebagian besar anggotanya adalah kelompok Al Qaeda yang merupakan kelompok organisasi terlarang,” kata Peneliti Jaringan Muslim Madani (JMM) Lukman Hakim, Selasa (5/7/2022).
Tak hanya itu saja, namun Indiatvnews juga menduga ACT diduga mendanai jaringan Hafiz Saeed salah satu pelaku otak bom Mumbai India. Bahkan dalam investigasinya menyatakan ACT juga disebut terlibat dalam kerusuhan di Bangladesh dan mendirikan kamp Rohingya di Cox’s Bazar Bangladesh.
ACT dikatakan sebagai lembaga radikal Indonesia berdasarkan hasil investigasi Indiatvnews karena memberikan bantuan kepada organisasi terlarang di berbagai negara Muslim dunia.
Hal senada juga selaras dengan temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Hasilnya ada indikasi aliran dana dari ACT terkait aktivitas terlarang dan penggunaan pribadi.
“Densus 88 harus cepat tanggap menyelidiki adanya dugaan penyelewengan dana ACT untuk aktivitas tindak pidana terorisme yang telah dilaporkan oleh PPATK,” tutup Lukman.









