Gulir ke bawah!
Ekonomi

Pengamat: Bulog Harusnya Dillibatkan Urus Masalah Minyak Goreng

6806
×

Pengamat: Bulog Harusnya Dillibatkan Urus Masalah Minyak Goreng

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Koma.id – Badan Urusan Logistik (Bulog) seharusnya ikut dilibatkan dalam menangani permasalahan minyak goreng yang selama ini terus terjadi.

Hal ini disampaikan Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira dikutip Minggu (12/6/2022).

Silakan gulirkan ke bawah

Menurutnya, permasalahan minyak goreng sebetulnya tidak terlalu sulit dan berbelit untuk menyelesaikannya. Pasalnya kejadian yang sama juga pernah terjadi pada 2011 terdampak meningkatnya harga minyak dunia.

“Kalau sekarang ini pasokannya kembali berlimpah masalahnya ada di distribusi dan distribusi tidak selesai karena Bulog tidak dilibatkan,” katanya.

Dia menjelaskan pada tahun 2011 juga sempat harga minyak dunia melambung tinggi. Hal tersebut kala itu diselesaikan dengan utak-atik pungutan ekspor, masalahnya ada di sisi pasokan. Pada dasarnya telah banyak yang mengetahui bahwa rantai pasok minyak goreng sangat panjang.

“Ternyata metode-metode yang selama ini digunakan terbukti tidak efektif. Sebelum ada isu ini juga rantai distribusi panjang, tapi kebijakannya itu tidak bisa dipegang, artinya integrasi dan integritas kebijakannya dipertanyakan,” kata dia.

Masalah lain yang juga datang adalah minyak goreng sebagai bahan pokok atau bahan hasil industri. Jika sebagai bahan industri, maka minyak berada di Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sedangkan sebagai bahan pokok ada di Kementerian Perdagangan (Kemendag).

“Harusnya masuk saja ke bahan pokok, peraturannya jadi lebih jelas disitu, tinggal kementerian perdagangan yang ambil koordinasinya,” pungkasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.