Gulir ke bawah!
Kesehatan

Ini Penjelasan Kemenkes Soal Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia

7201
×

Ini Penjelasan Kemenkes Soal Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia

Sebarkan artikel ini

Koma.id – Mohamad Syahril, Juru Bicara Kementerian Kesehatan menyatakan kasus covid terbaru subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 sudah masuk di Indonesia.

Virus corona subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 ini menginfeksi 4 orang yang terdiri dari 1 Warga Negara Indonesia (WNI) dan 3 Warga Negara Asing (WNA).

Silakan gulirkan ke bawah

“Yang BA.4 ini itu laki-laki 27 tahun WNI, kemudian 3 orang ini masuk subvarian BA.5, semuanya laki-laki merupakan delegasi pertemuan The Global Platform Disaster Risk Reduction di Bali tanggal 23-28 Mei,” kata Syahril dikutip Minggu (12/6/2022).

Sebelumnya, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito juga membenarkan adanya kasus konfirmasi Omicron BA.4 dan BA.5 di Bali.

Kasus konfirmasi subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 merupakan kasus pertama yang tercatat di Indonesia. Pihak Satgas Covid-19 mengaku telah melakukan penanganan sesegera mungkin agar varian baru itu tidak menyebar ke wilayah Indonesia lainnya.

“Kasus positif pertama varian baru tersebut sudah ditangani cepat termasuk diisolasi sehingga diharapkan tidak terjadi meluasnya penularan termasuk lintas daerah,” jelas Wiku dilansir Kompas.com (11/6/2022).

Lantas apa penyebab dan gejala Omicron A.4 dan BA.5 yang terdeteksi di Bali itu?

Gejala Omicron BA.4 dan BA.5 Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Nasional, Brigjen TNI Purn dr Alexander K Ginting Sp.P(K) menyebutkan, gejala yang ditimbulkan oleh Omicron BA.4 dan BA.5 merupakan gejala klinis ringan bagi mereka yang sudah mendapatkan vaksinasi.

“Bagi yang sudah vaksinasi lengkap klinis ringan, flu ringan, panas dingin ringan,” tuturnya.

Namun, gejala klinis tersebut bisa menjadi berat apabila Omicron BA.4 dan BA.5 menginfeksi orang-orang yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap atau memiliki komorbid.

Adapun gejala yang ditemukan pada kasus konfirmasi di Bali, Syahril mengatakan bahwa ada pasien tidak bergejala dan yang bergejala ringan.

“Kondisi klinis WNI yang terpapar BA.4 tidak bergejala. Sementara, 2 WNA juga tidak mengalami gejala dan 1 WNA mengalami gejala ringan,” tutur Syahril.

Satu pasien yang bergejala ringan tersebut mengalami sakit tenggorokan. Kendati demikian, Syahril mengatakan bahwa seluruh pasien tersebut sudah mendapatkan vasinasi Covid-19.

“Mereka rata-rata sudah divaksin bahkan sudah ada empat kali vaksin,” imbuhnya.

Kasus subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 ini pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada awal tahun ini dan kini telah menjadi varian dominan di negara tersebut. Artinya, varian ini telah melampaui subbarian lainnya seperti BA.1, BA.2, dan menggeser wabah Covid-19 yang pertama kali menyebar.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.